Perayaan imlek
wantmag.com – Jakarta bakal meriah menyambut Imlek 2026 dengan serangkaian kegiatan budaya dan hiburan di berbagai titik ikonik ibu kota. Perayaan berlangsung mulai Februari hingga awal Maret, menghadirkan pengalaman inklusif untuk masyarakat dari berbagai kalangan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan pentingnya kebersamaan dalam perayaan ini. “Perayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai perayaan kebersamaan dalam keberagaman. Jakarta merupakan rumah bagi berbagai budaya yang hidup berdampingan,” ujarnya di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu.
Rangkaian acara menampilkan pertunjukan seni budaya, instalasi visual, dan pertunjukan kolosal di ruang publik. Tujuannya agar masyarakat merasakan suasana Imlek secara merata di seluruh kota.
Salah satu agenda menarik adalah Lomba Dekorasi Imlek yang digelar pada 12–17 Februari di Jalan M.H. Thamrin–Sudirman. Berbagai pihak, mulai dari peritel hingga pengelola kawasan, turut meramaikan acara dengan mempercantik wajah ibu kota.
Festival Imlek Jakarta berlangsung pada 13–17 Februari di Bundaran HI. Acara menghadirkan instalasi cahaya, dekorasi bernuansa Imlek, serta pertunjukan seni budaya Tionghoa. Rano Karno menekankan bahwa lokasi ini dirancang agar masyarakat dapat menikmati pengalaman Imlek secara terbuka.
“Bundaran HI akan menjadi pusat perayaan yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka. Kami ingin menghadirkan pengalaman Imlek yang inklusif di ruang publik,” kata Rano.
Pada 13 Februari, Simfoni Imlek Jakarta tampil dengan lebih dari 50 alat musik Tionghoa dan tarian Selendang Dendang. Pertunjukan ini menampilkan harmoni budaya dan kekayaan tradisi Tionghoa yang dikemas modern.
Festival Pecinan Jakarta digelar 15–17 Februari di TMII. Acara ini menghadirkan atraksi barongsai, liong, dan instalasi seni bertema sejarah peranakan Jakarta. Sementara itu, Harmoni Jakarta di Blok M Hub memadukan seni Tionghoa dengan sentuhan modern untuk menjangkau generasi muda.
Semarak Imlek Jakarta di Monas dan Jakarta Light Festival di Kota Tua pada 16–17 Februari menawarkan pertunjukan berbasis teknologi, termasuk video mapping dan instalasi seni digital. Pendekatan ini membuat perayaan terasa modern, namun tetap kental dengan nuansa budaya.
Selain itu, Festival Klenteng Jakarta berlangsung sepanjang Februari. Acara ini menjadi penghormatan terhadap warisan spiritual dan sejarah budaya Tionghoa di ibu kota.
Baca juga: “Menag Dorong Masjid Siap Menjadi Tempat Aman Pemudik”
Puncak perayaan ditandai dengan Festival Cap Go Meh Jakarta pada 3 Maret di Pancoran Chinatown Point. Acara ini digelar bekerja sama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan menjadi momentum penutup rangkaian perayaan Imlek.
Rano berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata Jakarta. Ia menekankan posisi ibu kota sebagai kota global yang inklusif dan kreatif.
“Kami ingin perayaan ini bisa dinikmati semua warga Jakarta, sekaligus menegaskan kota ini sebagai pusat kebudayaan yang beragam dan terbuka,” ungkapnya.
Dengan hadirnya berbagai festival, lomba dekorasi, pertunjukan musik, dan atraksi modern, Jakarta menegaskan komitmen untuk melestarikan budaya Tionghoa sekaligus memadukan inovasi kreatif. Momentum Imlek 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga tradisi sambil merayakan keberagaman kota.
Perayaan ini juga sejalan dengan tren pariwisata urban yang menekankan pengalaman publik interaktif. Atraksi yang memadukan teknologi dan budaya tradisional diyakini mampu menarik pengunjung lokal maupun mancanegara.
Rangkaian kegiatan Imlek 2026 memperlihatkan bagaimana Jakarta mengelola ruang publik untuk hiburan, edukasi, dan budaya. Masyarakat dapat merasakan kombinasi tradisi, modernisasi, dan pengalaman interaktif yang menarik bagi semua usia.
Dengan berbagai kegiatan yang tersebar di seluruh kota, Jakarta menyambut Imlek 2026 secara meriah dan inklusif, memperkuat identitas budaya, dan mendorong pariwisata kreatif di ibu kota.
Baca juga: “Kawasan PIK Gelar Perayaan Imlek 2026, Tonjolkan Akulturasi Budaya”