LPDB Koperasi
wantmag.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,7 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melampaui target pemerintah sebesar Rp1,6 triliun.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyatakan pencapaian tersebut menegaskan kesiapan organisasi dalam menjalankan mandat pemerintah.
“Pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa mesin produksi LPDB Koperasi berjalan baik dan mampu memberikan kontribusi sesuai target,” ujar Krisdianto dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.
Dari total penyaluran Rp1,7 triliun, dana bergulir pola konvensional mencapai Rp991 miliar, sedangkan pola syariah menyumbang Rp709 miliar. Capaian ini menunjukkan fleksibilitas LPDB dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan berbasis prinsip yang berbeda.
Dukungan pada Koperasi Desa Merah Putih
Selain penyaluran dana, LPDB aktif mengawal pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sepanjang 2025. Program ini menjadi bagian dari agenda penguatan ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
“Kami mendukung operasionalisasi Kopdes Merah Putih percontohan, termasuk pembiayaan dana bergulir dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” tambah Krisdianto.
Koperasi mitra juga didorong menjadi kakak asuh bagi Kopdes Merah Putih. Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan usaha di daerah serta membangun ekosistem koperasi yang berkelanjutan.
Baca juga: “Bali Siap Kelola Sampah Tanpa Open Dumping, Menteri Lingkungan Hidup Dukung”
Strategi Penyaluran Dana LPDB di 2026
Memasuki 2026, LPDB menyiapkan strategi penyaluran berbasis 3S, yakni:
- Peningkatan kompetensi sumber daya manusia koperasi.
- Penguatan infrastruktur melalui digitalisasi.
- Penetapan proyek percontohan koperasi sebagai showcase program strategis.
Krisdianto menegaskan, fokus penyaluran pembiayaan tetap diarahkan ke sektor riil, sejalan dengan kebijakan Kementerian Koperasi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan dana serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dengan fondasi kinerja yang solid dan strategi terarah, kami optimistis LPDB dapat memperkuat perannya sebagai lembaga yang mendukung pemerataan ekonomi nasional melalui koperasi modern, sehat, dan berdaya saing,” ujarnya.
Dampak Dana Bergulir bagi Koperasi dan UMKM
Penyaluran dana bergulir ini tidak hanya memberikan modal kerja, tetapi juga memperkuat tata kelola dan profesionalisme koperasi. Program ini memberi kesempatan bagi koperasi di berbagai wilayah untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha anggota.
Selain itu, dana bergulir LPDB mendorong koperasi untuk berinovasi, meningkatkan layanan, serta membangun jaringan ekonomi lokal yang lebih luas. Dampak ini sejalan dengan misi pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan koperasi sebagai motor ekonomi nasional.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski pencapaian 2025 memuaskan, Krisdianto menekankan pentingnya pengelolaan risiko dan pemantauan ketat. LPDB perlu memastikan setiap pinjaman digunakan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi anggota koperasi.
Kedepannya, dengan digitalisasi proses, peningkatan kapasitas SDM, serta proyek percontohan koperasi, LPDB diharapkan menjadi lembaga pembiayaan yang lebih responsif, transparan, dan profesional. Hal ini akan semakin memperkuat posisi koperasi dalam struktur ekonomi nasional.
Baca juga: “Dukungan LPDB perkuat layanan koperasi jasa keselamatan radiasi dan lingkungan”