Al Ghazali
Al Ghazali Ziarah ke Makam HOS Tjokroaminoto di Hari Pahlawan
wantmag.com – Al Ghazali memperingati Hari Pahlawan dengan cara istimewa. Pada Senin, 10 November 2025, putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty ini berziarah ke makam HOS Tjokroaminoto di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pekuncen, Yogyakarta. Sosok HOS Tjokroaminoto merupakan eyang buyut dari pihak ibu, yang dikenal sebagai “Bapak Guru Bangsa” dan tokoh penting dalam pergerakan nasional Indonesia.
“Simak juga: Mengapa Kominfo Bisa Memutuskan untuk Memblokir Starlink?” [4]
Momen Ziarah Penuh Makna yang Dibagikan di Media Sosial
Melalui akun Instagram pribadinya, @alghazali7, Al membagikan momen ketika ia duduk bersimpuh di depan makam sang eyang buyut. Dalam unggahannya, suami Alyssa Daguise itu tampak mengenakan pakaian serba putih dan tersenyum tenang di hadapan pusara pahlawan nasional tersebut. “Di setiap langkahku, aku membawa jejakmu, Eyang, H.O.S. Cokroaminoto, sang guru bangsa,” tulis Al dalam keterangan unggahannya.
Unggahan tersebut mendapat banyak tanggapan positif dari warganet yang memuji sikap Al dalam mengenang jasa leluhurnya. Mereka menilai tindakan Al mencerminkan rasa hormat terhadap perjuangan keluarga yang turut berkontribusi bagi bangsa.
Menghormati Warisan dan Teladan Sang Guru Bangsa
HOS Tjokroaminoto dikenal sebagai pemimpin Sarekat Islam dan tokoh sentral dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Ia juga dikenal sebagai guru bagi para tokoh besar seperti Soekarno, Kartosuwiryo, dan Semaoen. Bagi Al, sosok Tjokroaminoto bukan sekadar leluhur, tetapi teladan dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan persatuan bangsa.
Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan generasi muda terhadap jasa para pahlawan. Melalui langkah tersebut, Al Ghazali menunjukkan pentingnya mengenang dan meneladani perjuangan pendahulu untuk membangun semangat nasionalisme di masa kini.
Al Ghazali Kenang Api Perjuangan HOS Tjokroaminoto, Eyang Buyut yang Menginspirasi
Al Ghazali kembali menunjukkan rasa hormatnya terhadap leluhur yang berjasa bagi bangsa. Dalam momen Hari Pahlawan, ia menulis pesan menyentuh untuk sang eyang buyut, HOS Tjokroaminoto. “Terima kasih, Eyang atas api juang yang tak pernah padam dalam sejarah dan dalam diri kami,” tulis Al dalam unggahan Instagram-nya. Kalimat itu mencerminkan kebanggaan dan rasa terima kasih atas perjuangan pahlawan nasional yang juga merupakan bagian dari darah keturunannya.
HOS Tjokroaminoto dikenal sebagai tokoh besar pergerakan nasional dan pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang berperan penting dalam kebangkitan kesadaran politik rakyat Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai guru bagi para tokoh kemerdekaan seperti Soekarno dan Semaoen. Melalui garis keturunan ibunya, Maia Estianty, Al merupakan cicit dari HOS Tjokroaminoto. Maia sendiri adalah putri dari Harjono Sigit Bachroensalam, anak dari Siti Oetari, yang merupakan putri kandung sang pahlawan.
Kunjungan Al ke makam HOS Tjokroaminoto di Taman Makam Pahlawan Pekuncen, Yogyakarta, bukan kali pertama dilakukan. Ia diketahui beberapa kali berziarah untuk mengenang jasa eyang buyutnya dan meneladani semangat perjuangannya. Bagi Al, nilai-nilai perjuangan Tjokroaminoto menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan modern tanpa melupakan akar sejarah keluarga.
Langkah Al ini menjadi contoh nyata generasi muda yang menghormati perjuangan leluhur dan menjadikan sejarah sebagai sumber motivasi. Melalui ziarah dan refleksi tersebut, Al Ghazali berupaya menjaga semangat nasionalisme agar tetap hidup di hati generasi penerus bangsa.
“Baca juga: Nasib Betrand Peto Setelah Ruben Gugat Cerai Sarwendah“ [2]