Banjir Susulan
BANJIR SUSULAN HENTIKAN DISTRIBUSI LOGISTIK DI HUTA NABOLON
wantmag.com – Banjir susulan kembali melanda Kelurahan Huta Nabolon di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, pada Minggu siang. Arus banjir membawa balok-balok kayu besar dan menghentikan sementara distribusi logistik serta operasi pencarian dan pertolongan korban hilang. Kawasan ini menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah sejak banjir dan longsor terjadi pada 25 November. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa serta kerusakan serius pada permukiman dan infrastruktur.
“Baca Juga: Gempa Afghanistan: 800 Tewas, Ribuan Terluka”
Banjir Susulan ARUS DERAS PUTUS AKSES WARGA DAN PENGHENTIAN OPERASI SAR
Pantauan di Lingkungan IV menunjukkan air coklat pekat kembali mengalir dari arah perbukitan setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 11.00 WIB. Hujan sempat mereda namun kembali turun dengan intensitas tinggi sehingga jarak pandang berkurang drastis. Air tidak lagi mengikuti alur sungai dan justru meluber dari berbagai sisi. Arus terbesar mengikuti jalur banjir sebelumnya yaitu jalan raya penghubung Huta Nabolon–Tukka.
Distribusi logistik sebenarnya sedang berlangsung ketika banjir susulan terjadi. Warga mengantre di sebuah truk barang untuk mengambil paket bantuan yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun sejumlah warga di Desa Sigiring-giring, Saurmanggita, dan Tapianauli tidak bisa mengakses bantuan karena satu-satunya jalur mereka terendam banjir setinggi pinggang.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah menghentikan operasi SAR karena kondisi tidak aman. Padahal sebelum hujan kembali deras, tim menemukan beberapa titik gundukan tanah yang diduga menimbun jasad warga. Ketidakstabilan jaringan telekomunikasi juga menghambat koordinasi sehingga tim memutuskan kembali ke Posko Gabungan di GOR Pandan.
RISIKO MATERIAL LONGSOR DAN HARAPAN WARGA DI TENGAH HUJAN
Hingga pukul 17.50 WIB, hujan masih turun dan warga berharap banjir tidak semakin tinggi. Risiko kerusakan lanjutan masih besar karena material banjir dua pekan lalu, seperti batang kayu dan bebatuan berukuran empat hingga enam meter, masih berserakan di kawasan itu. Material tersebut sebelumnya merusak sekitar 150 hingga 200 rumah di Lingkungan IV. Kawasan ini juga menjadi lokasi yang videonya sempat viral saat banjir pertama terjadi.
Situasi ini menegaskan perlunya mitigasi bencana yang lebih kuat di wilayah rawan banjir dan longsor. Pemerintah daerah juga diharapkan mempercepat pemulihan akses logistik dan memastikan proses pencarian korban dapat dilanjutkan segera setelah kondisi aman.
WARGA HUTA NABOLON MINTA AKSES BANTUAN DAN ALAT BERAT DIPERCEPAT
Warga Lingkungan IV, Kelurahan Huta Nabolon, meminta percepatan distribusi bantuan dan pengerahan alat berat setelah banjir dan longsor melanda wilayah itu. Margembira Gultom, seorang warga setempat berusia 41 tahun, menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah dan berbagai pihak yang telah menyalurkan bantuan dasar. Namun ia menegaskan bahwa kendala akses telekomunikasi dan putusnya jalan utama tidak boleh menghentikan bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Margembira menjelaskan bahwa warga di area perbukitan baru menerima bantuan sekitar sepekan setelah bencana karena tidak mendapat informasi yang memadai. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih kuat agar warga tidak tertinggal dalam penyaluran logistik. Menurutnya, kesenjangan akses ini memperlambat pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban.
Selain bantuan pangan dan kebutuhan pokok, warga sangat berharap pemerintah segera mengirim alat berat seperti ekskavator. Alat berat dibutuhkan untuk membersihkan material banjir dan menormalisasi tiga aliran sungai yang mengelilingi permukiman. Proses ini penting untuk mencegah banjir susulan serta mempercepat upaya pencarian korban hilang yang diduga masih tertimbun material.
Margembira menyampaikan kekhawatiran bahwa banyak warga belum ditemukan setelah dua minggu berlalu. Ia berharap pemerintah segera memprioritaskan pengerahan alat berat karena rumah di Lingkungan IV banyak yang rata dengan tanah. Harapan warga kini tertuju pada percepatan penanganan di lapangan agar proses evakuasi dan pemulihan berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
“Baca Juga: Jubir Hamas Abu Obaida Gugur dalam Serangan di Gaza”