Jordi Onsu
Jordi Onsu dan Ruben Onsu Disebut Renggang Sejak 2022
wantmag.com – Jordi Onsu mengungkapkan hubungan dirinya dengan sang kakak, Ruben Onsu, telah lama merenggang. Ia menyebut tidak lagi berkomunikasi sejak 2022. Jordi memberikan penjelasan ini untuk meluruskan isu yang berkembang di publik. Ia menegaskan kondisi keluarga sebenarnya berada dalam situasi yang cukup sensitif.
“Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Skala Global” [2]
Jordi Onsu Akui Nomornya Diblokir dan Upaya Damai Tak Berbuah Hasil
Jordi menjelaskan nomor WhatsApp miliknya diblokir Ruben sejak 2022. Setelah pemblokiran itu, ia tidak pernah lagi menerima pesan dan tidak bertemu sang kakak. Ia mengaku terus berusaha menjalin kembali komunikasi, termasuk meminta maaf. Namun semua upaya itu tidak mendapat respons. Jordi menambahkan dua kakaknya yang lain juga mengalami pemblokiran serupa. Ia menegaskan hubungan dengan kedua kakak tersebut tetap harmonis sehingga masalah hanya muncul pada relasi dengan Ruben.
Jordi Pastikan Masalah Keluarga Tidak Berkaitan dengan Perbedaan Agama
Jordi menolak anggapan bahwa keretakan hubungan itu dipicu oleh perbedaan keyakinan. Ia memastikan keluarga tidak pernah mempermasalahkan keputusan agama masing-masing. Ia memberi contoh bahwa kakak ketiganya juga memutuskan menjadi mualaf tanpa memicu konflik. Jordi menyatakan penyebab renggangnya hubungan tidak berkaitan dengan alasan agama dan memilih tidak mengungkap detail persoalan. Ia berharap masalah keluarga dapat terselesaikan dengan baik dan komunikasi bisa terjalin kembali di masa mendatang.
Ruben Onsu Jelaskan Alasan Masuk Islam Melalui Pengalaman Pribadi
Ruben Onsu kembali menjelaskan perjalanan spiritual yang membawanya memeluk agama Islam pada 1 Maret 2025. Ia menyampaikan keputusan itu bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui pengalaman batin yang kuat dan berkesan. Pengakuan ini juga muncul di tengah perhatian publik yang menyoroti dinamika hubungan keluarga Onsu.
Ruben mengisahkan bahwa ia bermimpi bertemu dengan ibu dan kakeknya yang beragama Islam. Dalam mimpi tersebut, ia merasa mendapatkan ketenangan dan pesan halus yang mengarah pada keputusan penting dalam hidupnya. Ketika terbangun, ia menyadari bahwa kedua sosok itu sebenarnya telah lama meninggal. Pengalaman itu memicunya melakukan refleksi mendalam hingga akhirnya memilih mengucap syahadat.
Keputusan Ruben masuk Islam juga terjadi di tengah berbagai isu yang menimpa keluarganya. Beberapa waktu terakhir, publik menyoroti konflik rumah tangga Ruben dan Sarwendah, termasuk klaim Ruben yang menyebut dirinya dipersulit bertemu anak meski tetap memberikan nafkah dalam jumlah besar setiap bulan. Situasi ini membuat penjelasan spiritualnya semakin menarik perhatian karena muncul bersamaan dengan dinamika yang kompleks.
Ruben menegaskan bahwa proses mualaf merupakan keputusan pribadi yang didasari keyakinan, bukan dorongan konflik atau tekanan luar. Ia berharap perubahan ini memberi ketenangan dan arah baru dalam hidupnya. Ke depan, Ruben menyampaikan keinginannya untuk tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga serta fokus membangun stabilitas di tengah sorotan publik yang terus meningkat.
“Baca juga: Perfilman Indonesia Kembali Memasuki Era Emas Hiburan Tanah Air” [5]