Kesaksian Baru Perjuangan Melawan Kanker Paru dalam Keluarga
Dukungan Sahabat Menguatkan Raisa Usai Kepergian Ibunda
wantmag.com – Kesaksian Baru Raisa tengah berduka setelah sang ibunda wafat akibat kanker paru yang dideritanya. Ia tetap berusaha tegar saat menerima kedatangan kerabat dan sahabat yang melayat. Situasi duka ini menjadi momen berat bagi keluarga, namun mereka tampak berusaha kuat menghadapi hari-hari awal setelah kehilangan. Kasus kanker paru terus menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan kondisi ini menambah konteks betapa beratnya perjuangan yang dijalani keluarga.
Kehadiran musisi Afgan Syahreza menambah dukungan moral bagi Raisa. Afgan datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan pelukan yang menenangkan. Ia melihat Raisa dan keluarga menunjukkan ketegaran meski kesedihan masih terasa dalam suasana pemakaman. Sikap tenang keluarga memperlihatkan proses penerimaan yang pelan namun pasti. Kepergian orang tua kerap meninggalkan duka mendalam, namun dukungan dari orang terdekat sangat membantu memberi kekuatan.
” Baca Juga: Paket Streaming Terbaru IndiHome untuk Pecinta Film “
Kesaksian Baru Afgan Ceritakan Ketegaran Raisa dan Harapan untuk Keluarga
Afgan membagikan kesannya saat bertemu Raisa di Pemakaman Umum Cinere pada Sabtu, 29 November 2025. Ia menyebut Raisa menunjukkan ketangguhan meski kehilangan ibunya menjadi pukulan emosional yang besar. Afgan mengatakan dirinya sempat memeluk Raisa untuk memberikan dukungan langsung. Ia melihat seluruh keluarga Raisa berusaha tegar dan saling menguatkan.
“Yaya tegar sih, tangguh. Tadi saya ketemu juga, kita sempat apa ya… Ya pelukan. Ya sedih lah pasti. Cuman kalau saya lihat memang keluarganya udah kuat dan Insha Allah mudah-mudahan bisa ikhlas dan lapang menerimanya,” ujar Afgan.
Kepergian orang tercinta sering menjadi momentum refleksi dan penguatan relasi keluarga. Dukungan lingkungan sosial, termasuk sahabat dekat, berperan penting dalam proses pemulihan emosional. Afgan berharap keluarga Raisa dapat melalui masa berduka dengan ikhlas serta menemukan ketenangan dalam kebersamaan. Jika diperlukan, konseling duka bisa menjadi langkah tambahan untuk menjaga kesehatan mental keluarga yang ditinggalkan.
Kesaksian Baru Keluarga Raisa Disebut Berjuang Bersama Hadapi Penyakit Sang Ibunda
Keluarga besar Raisa tengah menghadapi masa duka setelah sang ibunda, Ria Mariaty binti Rachmat Ardiwinangoen, berpulang akibat kanker yang dideritanya. Perjuangan panjang melawan penyakit ini dijalani tidak hanya oleh almarhumah, tetapi juga seluruh anggota keluarga yang terus mendampingi proses perawatan. Situasi ini memperlihatkan besarnya dukungan keluarga dalam menghadapi penyakit berat seperti kanker, yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia menurut data kesehatan nasional.
Musisi Afgan Syahreza turut memberikan keterangan setelah melayat ke rumah duka. Ia menyebut keluarga Raisa menunjukkan ketegaran meski perjuangan melawan kanker berlangsung panjang dan penuh tantangan. Afgan menilai seluruh keluarga telah memberikan upaya maksimal untuk membantu kesembuhan almarhumah. Ia berharap keluarga dapat mengikhlaskan kepergian sang ibunda karena kini almarhumah telah bebas dari rasa sakit. “Kan memang berjuangnya tuh bukan cuman Almarhumah Tante Ria doang, tapi satu keluarga ikut berjuang. Jadi ya yang jelas sih sekarang udah ada di tempat yang lebih indah, enggak sakit lagi,” ujar Afgan.
Raisa Mohon Doa untuk Sang Ibunda yang Disemayamkan di Cinere
Ibunda Raisa meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais Jakarta pada pukul 07.19 WIB. Rumah Sakit Dharmais dikenal sebagai pusat rujukan nasional untuk perawatan kanker sehingga menunjukkan bahwa almarhumah mendapatkan penanganan medis yang optimal. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka di kawasan Cinere, Jawa Barat, sebelum prosesi pemakaman dilakukan.
Dalam unggahannya di Insta Story, Raisa menyampaikan permohonan doa untuk sang ibunda agar segala amal ibadah diterima dan dosa-dosanya diampuni. Ia juga berharap almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Ungkapan ini menunjukkan sikap penuh rasa syukur dan ketabahan sekaligus menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi ibunda tercinta. Perjalanan duka ini menjadi pengingat tentang pentingnya dukungan keluarga dan akses perawatan yang memadai dalam menghadapi penyakit serius seperti kanker.
” Baca Juga: Xiaomi 15 Pro Layar Canggih dengan Kualitas Premium “