Psikolog Tegaskan Korban Bencana
Psikolog Jelaskan Kebutuhan Dukungan Sosial bagi Korban Bencana
wantmag.com – Psikolog Tegaskan Masyarakat terdampak bencana ekologis di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dinilai membutuhkan dukungan sosial yang menyeluruh. Penilaian ini disampaikan Psikolog Klinis RSUD Wangaya Denpasar, Nena Mawar Sari, yang menyoroti pentingnya pemulihan mental dan sosial di tengah situasi darurat.
Baca Juga: Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata di Hadapan Trump
Psikolog Tegaskan Bentuk Dukungan yang Dibutuhkan Korban Bencana
Nena menjelaskan bahwa dukungan emosional menjadi kebutuhan utama penyintas bencana. Dukungan ini mencakup layanan psikologis yang memberi ruang aman untuk bercerita dan memvalidasi perasaan penyintas. Ia menilai layanan tersebut membantu meredakan trauma awal yang muncul setelah bencana.
Selain dukungan emosional, penyintas juga membutuhkan dukungan praktis seperti pangan, pakaian, obat-obatan, dan logistik penting. Dukungan informasi mengenai lokasi posko bantuan dan narahubung darurat juga diperlukan agar masyarakat dapat mengakses bantuan dengan cepat.
Ia menambahkan pentingnya dukungan komunitas untuk mengembalikan rasa kebersamaan. Aktivitas bersama seperti memasak dan membersihkan area terdampak dapat memperkuat solidaritas dan mengurangi rasa terisolasi.
Psikolog Tegaskan Gejala Pascatrauma dan Penanganan Awal
Menurut Nena, penyintas bencana berpotensi mengalami gejala pascatrauma. Gejala itu dapat muncul melalui ingatan berulang, mimpi buruk, penurunan konsentrasi, serta penghindaran terhadap percakapan atau gambar terkait bencana.
Secara fisik, penyintas bisa mengalami gemetar, sensasi hampir pingsan, dan gangguan aktivitas harian. Kondisi ini dapat berkembang menjadi fobia atau depresi bila tidak ditangani dengan tepat.
Psikolog biasanya melakukan intervensi awal berupa teknik sederhana untuk meredakan gejala awal. Pendekatan lain adalah support group therapy yang memungkinkan penyintas saling berbagi pengalaman. Terapi ini membantu penyintas merasa tidak sendirian.
Untuk anak-anak, terapi dapat dilakukan melalui permainan dan aktivitas menyanyi yang membantu memproses trauma secara lebih ringan.
Pentingnya Pendampingan Psikososial Berkelanjutan
Nena menekankan perlunya pendampingan psikososial berkelanjutan pada penyintas, terutama mengingat bencana di Sumatra menimbulkan dampak jangka panjang. Pendekatan terintegrasi antara tenaga kesehatan, relawan, dan komunitas menjadi kunci pemulihan.
Ia menilai dukungan berkelanjutan dapat mempercepat proses adaptasi penyintas dan mencegah gangguan mental lebih berat. Langkah ini juga membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana serupa di masa depan.
Psikolog Tekankan Pentingnya Terapi Tepat untuk Atasi Trauma Korban Bencana
Psikolog Klinis RSUD Wangaya Denpasar, Nena Mawar Sari, menegaskan pentingnya terapi yang tepat untuk membantu penyintas bencana mengatasi trauma. Ia menyampaikan bahwa pendekatan psikologis yang sesuai dapat mempercepat pemulihan kondisi emosional dan perilaku korban, terutama yang mengalami gangguan berat setelah bencana.
Nena menjelaskan bahwa anak-anak sering memproses trauma melalui aktivitas spontan seperti bermain dan bernyanyi. Aktivitas ini membantu mereka mengekspresikan perasaan yang sulit disampaikan secara verbal. Ia menambahkan bahwa terapi perilaku kognitif juga dapat digunakan untuk membantu korban memahami dan mengatasi inti ketakutan mereka. Menurutnya, teknik ini hanya boleh dilakukan oleh psikolog atau konselor terlatih yang memahami dinamika trauma.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa penyintas menunjukkan gejala serius yang memerlukan perhatian segera. Gejala itu dapat berupa sulit tidur berkepanjangan, menangis berlebihan, perubahan perilaku drastis, perubahan pola makan, hingga munculnya halusinasi. Kondisi seperti ini umumnya berkaitan dengan kehilangan orang terdekat atau paparan peristiwa ekstrem selama bencana. Nena menekankan bahwa situasi tersebut membutuhkan intervensi profesional untuk mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan mental.
Ia menyarankan agar penyintas yang mengalami gejala berat segera dirujuk ke tenaga kesehatan mental. Pendekatan cepat dapat mencegah gangguan berkembang menjadi kondisi kronis seperti depresi berat atau gangguan stres pascatrauma. Nena menilai pentingnya koordinasi antarinstansi untuk memastikan penyintas mendapatkan dukungan psikologis yang memadai. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar penyintas dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan stabil dan percaya diri.