Perpustakaan
wantmag.com – Perpustakaan di Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Timur menjadi ruang alternatif positif selama bulan Ramadhan. Warga memanfaatkan fasilitas ini untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Mereka memilih membaca dan belajar dibanding menghabiskan waktu tanpa arah.
Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur, Fauziyah, menegaskan peran perpustakaan semakin penting saat Ramadhan. Ia menyebut perpustakaan bukan sekadar tempat membaca buku. Perpustakaan juga menjadi ruang aman dan kondusif bagi masyarakat.
“Perpustakaan tidak hanya tempat membaca, tetapi ruang alternatif positif selama Ramadhan,” ujar Fauziyah di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan banyak warga datang untuk menunggu waktu berbuka. Mereka memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan produktif. Aktivitas ini membantu menjaga energi selama berpuasa.
Selama Ramadhan, jumlah pengunjung tetap tinggi. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan anak usia sekolah. Mereka datang untuk membaca, mengerjakan tugas, dan berdiskusi ringan.
Rata-rata pengunjung setiap hari mencapai 72 hingga 85 orang. Angka tersebut mencakup anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Kehadiran mereka menunjukkan minat baca tetap terjaga selama bulan suci.
Fasilitas Ramah Anak dan Jam Layanan Khusus Ramadhan
Perpustakaan membuka layanan pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Jadwal ini mengacu pada Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0012 Tahun 2026. Kebijakan tersebut mengatur jam layanan perpustakaan umum selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Fauziyah memastikan layanan tetap berjalan normal. Perpustakaan tetap buka pada Sabtu dan Minggu. Pengelola hanya menutup layanan saat hari libur nasional.
“Kami tetap melayani seperti biasa, termasuk akhir pekan,” kata Fauziyah.
Perpustakaan menyediakan fasilitas ruang baca yang terbagi berdasarkan usia. Lantai dua diperuntukkan bagi anak-anak. Area ini menyediakan buku dongeng dan bacaan ringan. Suasana ruang dirancang ramah anak dan nyaman.
Sementara itu, lantai tiga melayani remaja dan dewasa. Pengunjung dapat membaca buku fiksi, nonfiksi, serta referensi pengetahuan umum. Penataan ruang dibuat tenang agar mendukung konsentrasi.
Pembagian ruang ini membantu pengunjung belajar lebih fokus. Anak-anak dapat membaca tanpa terganggu. Remaja dan dewasa juga memperoleh suasana yang sesuai kebutuhan mereka.
Sebagian besar pengunjung memanfaatkan perpustakaan untuk ngabuburit. Mereka membaca buku sambil menunggu waktu berbuka puasa. Aktivitas tersebut membuat waktu terasa lebih cepat.
Salah satu pengunjung, Zahra, 28 tahun, mengaku rutin datang selama Ramadhan. Ia memilih perpustakaan karena suasananya tenang.
“Saya lebih suka membaca atau mengerjakan tugas di sini. Waktu terasa cepat tanpa harus lelah beraktivitas,” ujar Zahra.
Menurutnya, perpustakaan membantu menjaga stamina saat berpuasa. Ia tidak perlu bepergian jauh atau melakukan kegiatan berat.
Perpustakaan Dorong Budaya Literasi Selama Bulan Suci
Keberadaan perpustakaan sebagai ruang alternatif positif sejalan dengan upaya meningkatkan literasi masyarakat. Ramadhan sering diisi dengan kegiatan keagamaan dan sosial. Namun, literasi tetap menjadi kebutuhan penting.
Perpustakaan berperan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Layanan yang konsisten selama Ramadhan menunjukkan komitmen pemerintah daerah. Upaya ini mendukung kebiasaan membaca di tengah masyarakat.
Minat kunjungan yang stabil menandakan warga membutuhkan ruang publik yang aman. Perpustakaan menawarkan lingkungan bebas gangguan dan nyaman. Kondisi ini berbeda dengan ruang terbuka yang lebih ramai.
Selain membaca, pengunjung dapat berdiskusi dan belajar kelompok. Aktivitas tersebut memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat edukasi. Ruang publik seperti ini penting untuk membangun generasi literat.
Fauziyah berharap masyarakat terus memanfaatkan perpustakaan. Ia ingin perpustakaan menjadi bagian dari gaya hidup produktif warga. Ramadhan menjadi momentum memperkuat kebiasaan positif tersebut.
Perpustakaan Jakarta Timur membuktikan diri sebagai ruang alternatif yang bermanfaat. Kehadirannya memberi pilihan kegiatan yang sehat dan edukatif. Warga dapat mengisi waktu puasa dengan aktivitas bermakna.
Ke depan, pengelola berencana meningkatkan program literasi tematik selama Ramadhan. Program tersebut dapat berupa kegiatan membaca bersama dan diskusi buku. Inisiatif ini diharapkan menarik lebih banyak pengunjung.
Dengan layanan yang konsisten dan fasilitas yang memadai, perpustakaan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Ramadhan menjadi momentum memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi. Warga pun memperoleh ruang alternatif positif untuk menjalani bulan suci dengan lebih produktif.