Tim SAR Jambi
Operasi SAR Akhiri Pencarian Korban Mobil Masuk Jurang di Merangin
wantmag.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban kecelakaan mobil Mazda double kabin yang jatuh ke jurang di perbatasan Merangin-Kerinci. Penemuan dua korban terakhir pada Minggu menandai berakhirnya operasi pencarian. Tim menutup operasi setelah memastikan tidak ada korban lain yang hilang. Peristiwa ini menyoroti tingginya risiko kecelakaan di jalur perbukitan Merangin-Kerinci yang kerap dilalui kendaraan logistik dan warga.
“Baca Juga: Hamas Konfirmasi Kematian Petinggi Militer Sinwar”
Kronologi Penemuan Korban dan Tantangan Arus Sungai
Korban pertama bernama Yogi ditemukan pada pukul 09.30 WIB di Desa Guguk. Lokasi penemuan berjarak 43 kilometer dari titik kendaraan jatuh. Korban terbawa arus Sungai Panetai yang dikenal memiliki aliran deras. Korban kedua bernama Alam ditemukan pada pukul 14.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jarak penemuan mencapai 42 kilometer dari lokasi kecelakaan. Kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Bangko untuk proses identifikasi. Humas Basarnas Jambi, M Luthfi, menjelaskan bahwa kuatnya arus sungai menjadi faktor utama jauhnya posisi korban saat ditemukan.
Tiga Metode Pencarian dan Kolaborasi Multiinstansi
Operasi SAR menggunakan tiga metode utama untuk menjangkau seluruh area pencarian. Tim mengoperasikan drone guna memantau kondisi dari udara dan melakukan assessment cepat. Tim lain menuruni tebing curam menggunakan teknik vertical rescue untuk menjangkau area sulit di tepi sungai. Penyisiran jalur air dilakukan dengan rubber boat dan perahu rafting mengikuti aliran Sungai Batang Merangin. Seluruh unsur SAR bekerja tanpa henti dengan fokus pada keselamatan personel. Operasi melibatkan Pos SAR Kerinci, Kantor SAR Jambi, TNI, Polri, Brimob Merangin, BPBD Kerinci, dan masyarakat. Luthfi menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak dalam operasi ini. Ia menegaskan bahwa operasi resmi ditutup setelah konsolidasi akhir dan evaluasi prosedur.
Imbauan Keselamatan Basarnas dan Upaya Pencegahan Kecelakaan di Jalur Rawan
Basarnas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang periode rawan bencana hidrometeorologi. Intensitas hujan tinggi dapat memicu banjir dan longsor di jalur pegunungan. Situasi ini menuntut pengendara lebih berhati-hati saat melintas di wilayah rawan kecelakaan. Basarnas menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap perjalanan.
Tim SAR menggunakan berbagai peralatan pendukung selama operasi pencarian. Peralatan tersebut meliputi drone untuk pemantauan udara dan raft untuk penyisiran sungai. Unit Rescue D-Max dan perangkat navigasi membantu tim memetakan aliran sungai yang menjadi fokus pencarian. Kombinasi metode darat dan udara memastikan operasi berjalan efektif di kawasan berbukit.
Pihak berwenang berharap kejadian serupa dapat ditekan melalui evaluasi infrastruktur jalan. Upaya peningkatan keselamatan meliputi pemasangan rambu peringatan di jalur berbahaya dan sosialisasi berkendara aman. Program mitigasi risiko dibutuhkan karena kawasan Merangin-Kerinci memiliki kontur curam yang rentan longsor. Basarnas menyampaikan doa bagi para korban dan berharap keluarga korban mendapatkan ketabahan. Pemerintah menilai edukasi keselamatan dan pembangunan infrastruktur tetap menjadi kunci pencegahan kecelakaan di daerah pegunungan.