Xanana Gusmao Belasungkawa atas Bencana di Sumatera
Xanana Gusmao Sampaikan Belasungkawa atas Bencana Besar di Sumatera
wantmag.com – Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao menyampaikan belasungkawa atas bencana longsor dan banjir besar yang melanda wilayah utara Pulau Sumatera. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 950 orang hingga Kamis, sehingga memicu perhatian regional. Pernyataan duka cita itu disampaikan Xanana sebelum ia membacakan pidato politik pertamanya sebagai perwakilan Timor Leste yang baru menjadi anggota penuh ke-11 ASEAN.
Xanana menegaskan simpati mendalam kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga serta para pengungsi yang masih menunggu kabar dari kerabatnya. Ia menyebut bahwa musibah besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah meninggalkan dampak luas pada kehidupan masyarakat. Data sementara menunjukkan ribuan warga mengungsi dan infrastruktur publik mengalami kerusakan berat akibat curah hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor.
“Baca Juga: Rumah Sahroni Digeruduk Massa, Dolar Berserakan”
Xanana Gusmao Timor Leste Nyatakan Solidaritas dan Dukungan bagi Indonesia
Dalam pernyataannya, Xanana menekankan bahwa pemerintah Timor Leste berdiri bersama Indonesia dalam masa berduka ini. Ia menyampaikan bahwa solidaritas antarnegara kawasan sangat penting, terutama saat bencana melanda dan mempengaruhi stabilitas sosial. Timor Leste juga mendukung upaya Indonesia dalam percepatan penanganan darurat dan pemulihan awal di wilayah terdampak.
Xanana menyebut bahwa hubungan kedua negara telah terjalin erat sejak lama, sehingga dukungan moral dan politik menjadi bagian dari komitmen bersama di kawasan. Pernyataannya juga menjadi simbol kontribusi awal Timor Leste sebagai anggota baru ASEAN dalam merespons isu kemanusiaan regional. Ia berharap proses pemulihan dapat berlangsung cepat agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara stabil dan aman.
Hingga Kamis jumlah korban meninggal dunia mencapai 990 jiwa
Hingga Kamis, jumlah korban meninggal dunia mencapai 990 jiwa. Selain itu, 225 orang masih hilang dan terus dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Bencana tersebut juga memicu pengungsian besar, dengan total 894.501 warga harus meninggalkan rumah akibat banjir yang disertai longsor di tiga provinsi tersebut.
BNPB menyebut bahwa skala bencana kali ini termasuk yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Curah hujan ekstrem yang terjadi selama beberapa hari memicu luapan sungai dan pergerakan tanah di wilayah perbukitan. Pemerintah pusat dan daerah saat ini mempercepat evakuasi, distribusi logistik, serta pemulihan layanan dasar bagi para penyintas. Upaya tersebut juga diperkuat dengan penambahan personel di wilayah yang aksesnya masih terputus karena infrastruktur rusak.
Dukungan Internasional Mengalir, Indonesia Masih Fokus pada Penanganan Mandiri
Belasungkawa dan dukungan dari negara sahabat terus berdatangan. Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, serta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan duka cita atas jatuhnya banyak korban. Sejumlah negara lain juga telah mengajukan tawaran bantuan kemanusiaan untuk membantu penanganan darurat di Sumatera.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia masih mampu menangani dampak bencana secara mandiri. Ia menegaskan bahwa kapasitas nasional dalam penanganan bencana saat ini memadai, sehingga bantuan asing belum diperlukan. Namun, pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dengan negara sahabat untuk kerja sama lanjutan jika situasi lapangan berubah.
Pemerintah berharap proses pencarian korban hilang dan pemulihan wilayah terdampak dapat berlangsung cepat. Fokus utama tetap pada penyelamatan nyawa, penyediaan tempat tinggal sementara, serta pemulihan layanan dasar agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan stabil.
“Baca Juga: PBB Desak Kepala HAM Sebut Perang Gaza Genosida”