IHSG Sepekan Melemah ke 7.830, Pasar Saham
IHSG Sentuh Rekor Tertinggi di Tengah Tekanan Sepekan
wantmag.com – Pasar modal Indonesia mencatat kinerja positif pada pekan perdagangan 25–29 Agustus 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Pada Kamis (28/8), IHSG ditutup di level 7.952,088. Angka ini melampaui rekor sebelumnya 7.943,825 yang tercatat pada Rabu (20/8).
Meski mencetak rekor, pergerakan IHSG sepanjang pekan justru melemah tipis. IHSG ditutup di level 7.830,493 atau turun 0,36 persen dari posisi pekan sebelumnya di 7.858,851.
“Baca juga: Takers Film 2010 Yang Wajib Di Tonton Kembali“ [2]
Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rekor Baru Rp14.377 Triliun
Selain IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga menorehkan pencapaian bersejarah. Pada Kamis (28/8), kapitalisasi pasar tembus Rp14.377 triliun. Nilai ini melewati capaian Rp14.372 triliun sehari sebelumnya. Data tersebut dirilis dalam statistik resmi BEI pada Sabtu (30/8).
Pencapaian kapitalisasi ini menandakan kepercayaan investor tetap tinggi. Meskipun indeks melemah tipis, arus modal ke saham unggulan masih terjaga. Kondisi ini memperlihatkan ketahanan pasar modal domestik di tengah ketidakpastian global.
Prospek IHSG dan Pasar Modal ke Depan
Menurut analis pasar, rekor IHSG di atas level 7.950 menunjukkan potensi kenaikan jangka menengah. Namun tekanan dari sentimen eksternal, seperti arah suku bunga global dan harga komoditas, tetap perlu diwaspadai.
BEI menyebut peningkatan nilai transaksi rata-rata harian menjadi faktor pendorong positif. Dengan fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga, prospek jangka panjang IHSG diperkirakan tetap stabil. Investor diharapkan selektif dalam memilih saham, terutama pada sektor yang berorientasi ekspor dan berbasis komoditas.
Rekor Baru Transaksi Saham BEI Dorong Aktivitas Pasar Meningkat
Pasar modal Indonesia menutup pekan perdagangan 25–29 Agustus 2025 dengan capaian positif pada sisi aktivitas transaksi. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor frekuensi transaksi harian tertinggi sepanjang tahun pada Jumat (29/8) sebesar 2,49 juta kali transaksi. Angka ini melampaui rekor sebelumnya 2,36 juta kali transaksi yang tercatat pada Senin (25/8).
Secara mingguan, rata-rata nilai transaksi harian meningkat signifikan 40,69 persen menjadi Rp25,22 triliun, dibandingkan Rp17,92 triliun pada pekan sebelumnya. Peningkatan juga tercermin dari volume transaksi harian yang naik 19,56 persen menjadi 47,19 miliar lembar saham, lebih tinggi dibandingkan 39,47 miliar lembar saham pada pekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut menguat 8,80 persen menjadi 2,31 juta kali transaksi, dibandingkan 2,12 juta kali pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar juga mencatat kenaikan 0,36 persen ke Rp14.182 triliun dari posisi Rp14.131 triliun.
Namun, di sisi lain, investor asing membukukan aksi jual bersih Rp1,12 triliun pada Jumat (29/8). Secara akumulasi sepanjang tahun 2025, asing mencatatkan net sell Rp50,95 triliun. Kondisi ini menunjukkan tren pelepasan saham asing masih berlanjut meskipun transaksi domestik menguat.
Menurut analis pasar, lonjakan aktivitas transaksi mencerminkan likuiditas bursa semakin baik. Tingginya minat investor ritel turut menjaga dinamika perdagangan saham. Ke depan, penguatan transaksi berpotensi mendukung stabilitas pasar modal meski arus dana asing masih tertekan faktor global.