Inggris Norwegia Bentuk Armada
Inggris dan Norwegia Sepakati Armada Gabungan untuk Pantau Kapal Selam Rusia
wantmag.com – Inggris dan Norwegia mengumumkan perjanjian pertahanan baru yang memungkinkan kedua negara mengoperasikan armada gabungan di Atlantik Utara. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pemantauan kapal selam Rusia dan meningkatkan perlindungan terhadap infrastruktur bawah laut vital. Pengumuman berlangsung bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store ke London. Perjanjian ini dinilai penting mengingat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan laut utara Eropa.
Pemerintah Inggris menyebut kesepakatan itu sebagai Lunna House Agreement. Perjanjian ini disebut sebagai yang pertama di dunia karena memungkinkan kedua angkatan laut beroperasi sebagai satu kesatuan. Skema kerja sama ini memanfaatkan fregat anti-kapal selam Type 26 buatan Inggris yang dapat dipertukarkan oleh kedua negara. Armada gabungan mencakup delapan kapal Inggris dan sedikitnya lima kapal Norwegia. Armada tersebut juga didukung sistem otonom untuk meningkatkan efektivitas patroli di wilayah strategis. Kesepakatan ini muncul setelah Inggris melaporkan peningkatan aktivitas kapal Rusia hingga 30 persen dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga: Menlu AS Serangan Israel ke Gaza Tak Langgar Gencatan
Perjanjian Pertahanan Baru Perkuat Keamanan Atlantik Utara
Dalam pernyataan resmi, pemerintah Inggris menegaskan bahwa kolaborasi ini meningkatkan keamanan maritim kawasan. Pernyataan itu menegaskan bahwa kerja sama dengan Norwegia menjadi langkah penting melindungi perbatasan dan infrastruktur bawah laut seperti kabel komunikasi dan jaringan energi.
Pemerintah Inggris menambahkan bahwa proyek ini mendukung ribuan pekerjaan dan memperkuat industri perkapalan nasional. Kolaborasi dua negara NATO tersebut juga memperlihatkan konsistensi upaya Eropa Utara dalam merespons ancaman maritim yang meningkat. Ke depan, Inggris dan Norwegia menilai kerja sama ini dapat diperluas sesuai perkembangan ancaman. Perjanjian ini diharapkan meningkatkan stabilitas di Atlantik Utara dan memperkuat posisi kedua negara dalam menjaga kepentingan strategis kawasan.
Inggris dan Norwegia Perkuat Kerja Sama Laut Lewat Penandatanganan Perjanjian Pertahanan Baru
Inggris dan Norwegia akan menandatangani perjanjian pertahanan yang memperluas kerja sama maritim kedua negara. Menteri Pertahanan Inggris John Healey dan Menteri Pertahanan Norwegia Tore O. Sandvik dijadwalkan menandatangani kesepakatan itu di 10 Downing Street. Setelah penandatanganan, kedua menteri akan bertolak ke Portsmouth untuk bertemu Koalisi Kapabilitas Maritim Inggris–Norwegia yang mendukung pelatihan dan peralatan angkatan laut Ukraina. Kesepakatan ini memperkuat langkah kedua negara menghadapi ancaman bawah laut yang meningkat di kawasan Atlantik Utara.
Perjanjian tersebut mencakup pengoperasian armada fregat gabungan yang akan berpatroli di celah strategis Greenland–Islandia–Inggris. Wilayah itu menjadi jalur penting kabel dan pipa bawah laut yang membawa komunikasi, listrik, dan gas antarnegara Eropa. Skema ini memperkuat kemampuan deteksi dan respons terhadap aktivitas kapal selam asing yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi Teknologi dan Pelatihan Tingkatkan Kapabilitas Pertahanan Maritim
Kerja sama yang disepakati juga melibatkan partisipasi Inggris dalam program Norwegia untuk mengembangkan kapal induk bagi sistem perang ranjau nirawak. Kesepakatan ini mencakup penggunaan sistem bawah laut modern dan dukungan bagi pelatihan Royal Marines sepanjang tahun di Norwegia. Langkah tersebut membantu meningkatkan kesiapan pasukan Inggris dalam menghadapi kondisi ekstrem Arktik.
Selain itu, kedua negara sepakat memperluas kolaborasi persenjataan. Angkatan Laut Inggris akan menggunakan rudal serang laut buatan Norwegia yang dikenal memiliki akurasi tinggi. Kerja sama lebih dalam pada pengembangan torpedo Sting Ray juga menjadi bagian penting perjanjian tersebut. Inggris dan Norwegia akan melaksanakan latihan perang gabungan serta memimpin penggunaan sistem otonom NATO di kawasan utara. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kedua negara memperkuat stabilitas regional dan kemampuan maritim aliansi.
Baca Juga: Rusia Uji Coba Rudal Nuklir Burevestnik Tak Tertahan