Ikan Waduk Cirata
Ikan Waduk Cirata Tercemar Merkuri, KKP Nyatakan Tidak Layak Konsumsi
wantmag.com – Ikan dari Waduk Cirata, Jawa Barat, kini menjadi sorotan publik setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan adanya kandungan merkuri dalam jumlah tinggi. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, secara tegas menyatakan bahwa ikan-ikan dari Waduk Cirata tidak lagi layak untuk dikonsumsi. Temuan ini memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan pangan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Waduk Cirata sendiri merupakan salah satu sentra budidaya ikan air tawar terbesar di Indonesia. Ribuan keramba jaring apung beroperasi di wilayah ini dan menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat setempat. Namun, kondisi kualitas air yang menurun drastis akibat pencemaran lingkungan kini berdampak langsung pada mutu hasil perikanan.
“Baca Juga : Pengacara Alvin Lim Meninggal, Ada Riwayat Cangkok Ginjal”
Ikan Waduk Cirata Tercemar Merkuri, KKP Nyatakan Tidak Layak Konsumsi
Ikan dari Waduk Cirata, Jawa Barat, kini menjadi sorotan publik setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan adanya kandungan merkuri dalam jumlah tinggi. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, secara tegas menyatakan bahwa ikan-ikan dari Waduk Cirata tidak lagi layak untuk dikonsumsi. Temuan ini memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan pangan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Waduk Cirata sendiri merupakan salah satu sentra budidaya ikan air tawar terbesar di Indonesia. Ribuan keramba jaring apung beroperasi di wilayah ini dan menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat setempat. Namun, kondisi kualitas air yang menurun drastis akibat pencemaran lingkungan kini berdampak langsung pada mutu hasil perikanan.
Gubernur Jabar Dukung Revitalisasi, Pemerintah Siapkan Langkah Perbaikan
Menanggapi temuan KKP, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kondisi Waduk Cirata. Ia sepakat bahwa pencemaran akibat aktivitas keramba perlu ditangani secara menyeluruh dan sistematis. “Saya akan ajak Pak Menteri membenahi Waduk Jatiluhur, Cirata, dan Saguling,” ujar Dedi.
Langkah awal yang akan dilakukan adalah revitalisasi keramba jaring apung dan penataan ulang zonasi perairan. Pemerintah juga mendorong penerapan teknologi budidaya yang ramah lingkungan serta memperketat pengawasan limbah industri di sekitar kawasan waduk.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memulihkan kualitas air Waduk Cirata dan menjaga keberlanjutan budidaya ikan secara sehat. Upaya ini menjadi penting agar sumber daya perairan tidak lagi menjadi ancaman kesehatan, tetapi tetap mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Eceng Gondok dan Limbah Peternakan Picu Pencemaran Merkuri di Waduk Cirata
Waduk Cirata di Jawa Barat kini menghadapi tantangan serius akibat tingginya pencemaran logam berat, khususnya merkuri, yang mencemari ikan air tawar. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkap bahwa sumber utama pencemaran berasal dari limbah peternakan serta pertumbuhan tanaman eceng gondok yang tak terkendali. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas air dan menjadikan ikan hasil budidaya di waduk tersebut tidak layak konsumsi.
Trenggono menjelaskan bahwa keberadaan eceng gondok yang tumbuh subur di permukaan waduk memperburuk kualitas lingkungan perairan. Tanaman ini menyebabkan sedimentasi tinggi, mengurangi kadar oksigen, dan menjadi tempat penumpukan limbah berbahaya. “Kita akan mulai membenahi eceng gondok yang tingkatnya sudah mencemaskan dan mencemari lingkungan,” tegasnya dalam konferensi pers pada Minggu (29/6/2025).
Selain itu, aktivitas peternakan yang tidak terkendali turut menyumbang limbah organik dan kimia ke aliran sungai yang bermuara ke waduk. Akumulasi limbah tersebut menyebabkan kandungan merkuri meningkat dan menyebar melalui rantai makanan perairan. Jika dikonsumsi terus-menerus, merkuri dapat menyebabkan kerusakan saraf, gangguan ginjal, serta efek jangka panjang terhadap pertumbuhan anak-anak.
Sebagai informasi, Waduk Cirata merupakan waduk terbesar di Indonesia yang membentang di tiga kabupaten: Bandung Barat, Cianjur, dan Purwakarta. Selain menjadi sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), waduk ini juga menjadi lokasi penting untuk irigasi dan budidaya perikanan.
Langkah perbaikan lingkungan Waduk Cirata kini menjadi urgensi bersama. Pemerintah pusat dan daerah perlu mempercepat revitalisasi kawasan perairan serta menata ulang aktivitas peternakan di sekitar daerah aliran sungai. Upaya ini penting agar waduk tetap dapat memberi manfaat bagi masyarakat tanpa membahayakan kesehatan publik.
“Baca Juga : 11 Gempa Susulan Guncang Bantul Hingga Sore Ini”