Warung Epy Kusnandar
Warung Epy Kusnandar di Jaksel Didatangi Preman, Polisi Turun Tangan
wantmag.com – Warung milik artis Epy Kusnandar dan istrinya, Karina Ranau, viral setelah didatangi sekelompok preman di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Insiden ini terekam video yang kemudian tersebar di media sosial, memicu perhatian publik dan polisi langsung menelusuri kasus tersebut. Karina terlihat emosional dan sempat cekcok dengan orang yang diduga preman, yang mencoba meminta pungutan liar atau jatah preman.
Karina Ranau Ungkap Kekecewaan dan Emosi di Depan Preman
Dalam video tersebut, Karina menyampaikan kekesalannya atas tindakan preman yang mengganggu warung mereka yang baru dibuka. Ia menegaskan bahwa usaha makanan mereka adalah hasil kerja keras dari pagi hingga malam. “Perkara makanan tuh kecil, tapi caranya. Caranya tidak seperti itu, kami ini tidak numpang di sini capek, kami sampai pagi,” ujar Karina sambil menahan emosi. Ia juga menambahkan, “Kalau preman yang sopan dong. Orang baru juga berjualan baru berusaha sudah digangguin. Jangan mentang-mentang preman, sini hadepin saya.”
“Baca juga: Kemenparekraf Mendukung Pengembangan Wisata Kapal Pesiar“ [2]
Polisi Siap Menangani Dugaan Pungli di Warung Epy Kusnandar
Menanggapi kejadian ini, aparat kepolisian turun tangan untuk menelusuri dugaan pungutan liar yang terjadi di lokasi. Kejadian ini menjadi sorotan karena menyangkut keamanan usaha kecil yang baru berdiri dan hak warga untuk berdagang dengan tenang. Pengamat hukum menyarankan agar penegakan hukum dilakukan tegas agar pelaku premanisme tidak meresahkan pedagang baru. Kasus ini akan menjadi perhatian lebih lanjut dari aparat kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Pasar Minggu, khususnya bagi usaha mikro dan kecil.
Kapolsek Pasar Minggu Imbau Warga yang Dirugikan Warung Epy Kusnandar Segera Lapor
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menyatakan pihaknya sudah menelusuri insiden preman yang mengganggu warung milik Epy Kusnandar dan istrinya, Karina Ranau. Ia menegaskan, pihak kepolisian terus memantau situasi agar keamanan pedagang dan warga tetap terjaga di Pasar Minggu.
Anggiat menambahkan, hingga saat ini belum ada pihak yang datang ke Polsek untuk membuat laporan resmi terkait kasus yang viral di media sosial itu. “Sudah monitor. Yang ada di IG (Instagram) belum ada yang datang ke Polsek.
Ia menekankan pentingnya laporan resmi agar polisi dapat menindaklanjuti dugaan premanisme atau pungutan liar secara hukum. Aparat berkomitmen menangani setiap laporan agar pedagang kecil dan usaha baru dapat beroperasi dengan aman.
Kasus ini juga menyoroti fenomena premanisme yang masih terjadi di wilayah perkotaan dan menjadi hambatan bagi pelaku usaha mikro. Para pengamat hukum menyarankan masyarakat segera melapor secara formal agar aparat memiliki dasar hukum untuk menindaklanjuti. Pihak kepolisian Pasar Minggu menegaskan akan menindaklanjuti setiap laporan untuk memastikan keamanan lingkungan pasar tetap kondusif.
“Simak juga: Vladimir Putin Memilih Telepon Khusus yang Super Aman daripada Smartphone Biasa” [4]