MPR
MPR Dorong Generasi Muda Jadikan Sejarah sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas
wantmag.com – MPR Ajak Generasi Muda Ajakan tersebut disampaikan dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara bertema Kepemimpinan Negarawan yang digelar di Nunukan, Kalimantan Utara.
Ia menyoroti posisi historis Kalimantan Utara, termasuk Tarakan sebagai lokasi pertama pendaratan tentara Jepang di Indonesia pada Januari 1942. Ia menjelaskan bahwa meski pendudukan Jepang membawa penderitaan, fase ini juga membuka momentum menuju kemerdekaan melalui penguatan perjuangan tokoh bangsa.
Menurut Hidayat, perjuangan melawan penjajah tidak pernah berhenti baik pada masa Belanda maupun Jepang dan berujung pada lahirnya kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Paket Streaming Terbaru IndiHome untuk Pecinta Film “
Peran Tokoh Islam dan Nasionalis Ditekankan sebagai Warisan yang Harus Dijaga
Dalam pemaparannya, Hidayat mengingatkan bahwa peran tokoh-tokoh Islam dan nasionalis pada era pra-kemerdekaan merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Mereka bekerja berdampingan, bermusyawarah, dan memberikan gagasan sehingga melahirkan dasar negara, konstitusi, serta struktur awal negara Indonesia.
Hidayat menegaskan bahwa keberadaan umat Islam di BPUPKI, Panitia Sembilan, dan PPKI adalah fakta sejarah yang harus dijaga. Menurutnya, kolaborasi para tokoh dari berbagai latar belakang merupakan bukti bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari persatuan yang kuat. Ia berharap generasi muda menjadikan teladan tersebut sebagai motivasi untuk membangun bangsa dengan semangat kebersamaan dan nilai kebangsaan yang kokoh.
MPR Tekankan Pentingnya Peran Ulama dan Tokoh Islam dalam Pilar Kebangsaan
Ia menyampaikan bahwa nilai agama dan kebangsaan bukan dua hal yang bertentangan tetapi saling menguatkan sebagai fondasi persatuan nasional. Penegasan ini disampaikan dalam forum diskusi kebangsaan yang digelar di Nunukan, Kalimantan Utara.
Ia menilai bahwa pengakuan terhadap kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan sejarah Indonesia agar tetap objektif dan inklusif.
Generasi Muda Diajak Menyiapkan Diri sebagai Penjaga Kedaulatan Bangsa
Hidayat Nur Wahid mengajak generasi muda menyiapkan diri sebagai penjaga kedaulatan bangsa dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan bahwa wilayah seperti Tarakan, Nunukan, dan Kalimantan Utara harus melahirkan generasi yang memahami sejarah dan mampu mencegah bentuk penjajahan baru, baik dalam bidang ideologi, ekonomi, maupun politik.
Menurutnya, pola sejarah tersebut harus menjadi pelajaran bagi generasi muda agar mampu mengulang faktor-faktor keberhasilan yang pernah membawa bangsa ini bangkit. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki modal sosial dan spiritual kuat yang dapat menjadi energi besar untuk menghadapi tantangan masa depan.
Melalui penekanan pada sejarah, nilai kebangsaan, dan keteladanan tokoh bangsa, MPR berharap generasi muda dapat berperan aktif membangun Indonesia yang lebih kuat dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
” Baca Juga: Preorder Samsung Bespoke AI Laundry Combo dengan Bonus “