Gunung Lewotobi Erupsi
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Dengan Kolom Abu 8.000 Meter
wantmag.com – Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur kembali erupsi pada Senin, 18 Agustus 2025 pukul 02.21 WITA. Erupsi menghasilkan kolom abu pekat membumbung setinggi ±8.000 meter di atas puncak atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan terdengar dentuman keras saat erupsi terjadi. Aktivitas erupsi masih berlangsung hingga laporan terakhir dikeluarkan.
“Baca juga: Takers Film 2010 Yang Wajib Di Tonton Kembali“ [2]
Data Seismik Dan Dampak Erupsi Gunung Lewotobi
Berdasarkan catatan seismogram, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi 5 menit 21 detik. Abu vulkanik berpotensi mengganggu penerbangan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
PVMBG menyebut arah sebaran abu condong ke barat dan barat laut. Kondisi ini berisiko menutupi permukiman, lahan pertanian, serta mengganggu kualitas udara. Warga di jalur terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan abu yang dapat memengaruhi kesehatan.
Selain ancaman abu, erupsi juga menimbulkan potensi bahaya material pijar dan aliran lava. Oleh karena itu, radius aman ditetapkan dengan ketat untuk mencegah risiko korban jiwa.
Status Awas Dan Imbauan PVMBG Bagi Masyarakat
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level IV atau Awas. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta sektoral barat, utara, dan timur laut sejauh 7 km.
“Status Awas berarti erupsi besar masih berpotensi terjadi sehingga masyarakat harus waspada dan mengikuti arahan pemerintah,” jelas PVMBG dalam rilis resminya.
Penetapan status ini merupakan peringatan serius agar masyarakat sekitar segera mengamankan diri. Pemerintah daerah bersama BNPB menyiapkan langkah evakuasi jika aktivitas erupsi meningkat. Ke depan, pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga di Flores Timur.
PVMBG Imbau Warga Sekitar Gunung Lewotobi Waspada Banjir Lahar Hujan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat diminta mengikuti arahan resmi pemerintah daerah serta tidak mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.
Selain ancaman erupsi, PVMBG menyoroti potensi bahaya banjir lahar hujan jika terjadi hujan deras di sekitar lereng gunung. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Aliran material vulkanik bercampur air hujan dapat menimbulkan kerusakan lahan, infrastruktur, dan mengancam keselamatan warga.
Untuk masyarakat yang terdampak hujan abu, PVMBG merekomendasikan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini penting guna mencegah gangguan sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang pekat. “Kami imbau warga tetap tenang, selalu waspada, dan melindungi diri dari paparan abu,” tulis PVMBG dalam keterangan resminya.
BNPB dan pemerintah daerah juga menyiapkan langkah evakuasi serta posko darurat jika kondisi erupsi meningkat. Berdasarkan pengalaman erupsi sebelumnya di Nusa Tenggara Timur, banjir lahar hujan dapat menjadi ancaman lanjutan yang tidak kalah berbahaya dari lontaran abu maupun material pijar.
Ke depan, PVMBG menegaskan pemantauan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki akan terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diharapkan disiplin mematuhi zona bahaya agar risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin. Momentum kewaspadaan ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gunung api di Indonesia.