Jejak Berdarah KKB
Penangkapan Kunci: Nowaiten Telenggen, Pentolan KKB di Wilayah Nduga
wantmag.com – Jejak Berdarah KKB Satgas Damai Cartenz kembali mencatat pencapaian penting dalam upaya memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Pada Kamis, 7 Agustus 2025, satuan gabungan berhasil menangkap Nowaiten Telenggen alias German Ubruangge. Ia merupakan tokoh kunci jaringan KKB wilayah Nduga dan tangan kanan Egianus Kogoya.
Nowaiten dikenal sebagai sosok sentral dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Kenyam dan sekitarnya. Penangkapannya dilakukan setelah penyelidikan panjang dan koordinasi dengan intelijen setempat. “Penangkapan ini merupakan langkah signifikan dalam menekan ruang gerak KKB,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani.
”Simak juga: KPK Siapkan Dashboard Khusus untuk Memantau LHKPN Caleg Terpilih 2024-2029“
Jejak Jejak Berdarah KKB Dari Penembakan Pesawat hingga Pembantaian Warga
Nama Nowaiten Telenggen tercatat dalam beberapa aksi teror bersenjata yang mengguncang Papua. Salah satu aksi terbesarnya adalah penembakan terhadap mobil Armour putih di Jalan Trans Batas Batu, Kampung Yasoma, pada 21 April 2022. Aksi ini menimbulkan ketakutan luas di kalangan masyarakat sipil.
Selain itu, pada 7 Juni 2022, Nowaiten dan kelompoknya menyerang pesawat SAM Air PK-SMG saat mendarat di Bandara Kenyam. Serangan itu mengancam keselamatan pilot dan kru, serta melumpuhkan jalur logistik udara.
Puncaknya terjadi pada 16 Juli 2022, saat Nowaiten terlibat dalam pembantaian sadis terhadap seorang pendeta, ustadz, dan sejumlah warga di Kampung Nogolaid. Tragedi tersebut mendapat kecaman luas dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan organisasi sipil.
Jejak Berdarah KKB: Jaminan Keamanan dan Penelusuran Jaringan KKB
Brigjen Faizal menegaskan bahwa aparat keamanan tidak akan berhenti pada penangkapan Nowaiten saja. Jejak Berdarah KKB Penelusuran terhadap jaringan yang terkait dengan Egianus Kogoya masih terus dilakukan. “Kami akan menjamin keamanan warga sipil, khususnya di daerah rawan,” tegasnya.
Nowaiten juga diketahui berperan dalam operasi logistik KKB. Ia mengatur pengiriman senjata, amunisi, dan kebutuhan kelompok bersenjata lainnya di pegunungan Papua. Penangkapan ini menjadi titik balik penting dalam memutus alur suplai logistik mereka.
Ke depan, aparat akan meningkatkan patroli dan operasi preventif di daerah konflik. Langkah ini diharapkan mampu mereduksi kekerasan serta membuka jalan bagi stabilitas di wilayah Papua. Pemerintah juga terus mendorong pendekatan dialog dan pembangunan sebagai solusi jangka panjang atas konflik di Bumi Cenderawasih.
Kronologi Penangkapan Nowaiten Telenggen di Puskesmas Nduga tanpa Perlawanan
Anggota KKB wilayah Nduga, Nowaiten Telenggen, akhirnya ditangkap oleh tim gabungan Satgas Damai Cartenz pada Kamis, 7 Agustus 2025. Penangkapan dilakukan usai aparat menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku yang tengah berada di salah satu puskesmas. Saat itu, Nowaiten diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.
Petugas segera merespons laporan tersebut dengan bergerak cepat menuju lokasi. Sekitar pukul 09.04 WIT, tim gabungan berhasil mengamankan Nowaiten tanpa perlawanan. Ia langsung dibawa ke Markas Komando (Mako) Polres Nduga guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Sekitar pukul 09.04 WIT, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mako Polres Nduga,” kata Brigjen Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata di Papua.
Nowaiten diketahui memiliki peran penting dalam jaringan KKB, termasuk sebagai pengatur logistik bagi kelompok Egianus Kogoya. Selain itu, ia juga terlibat dalam sejumlah aksi kejahatan yang menewaskan warga sipil. Penangkapannya di fasilitas publik seperti puskesmas menunjukkan bahwa aparat keamanan semakin intensif menyisir berbagai lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian pelaku KKB.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan peran aktif masyarakat dalam membantu operasi keamanan di Papua. Informasi yang cepat dan akurat dari warga terbukti krusial dalam mencegah potensi aksi susulan. Ke depan, aparat akan terus menjalin sinergi dengan warga demi menciptakan lingkungan yang aman dan damai, serta mempersempit ruang gerak KKB di wilayah pegunungan tengah Papua.
“Baca juga: Euro 2024 Dilanda Isu Skandal Pengaturan Skor, Ini Kronologinya” [2]